Kasus Investasi Google: Penyidikan Korupsi Pengadaan Chromebook oleh Kemendikbudristek

Penyidikan terkait dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Kemendikbudristek kini semakin meluas, dengan Kejaksaan Agung (Kejagung) menyasar potensi keuntungan yang diperoleh Google dan GoTo dari proyek digitalisasi pendidikan. Mari kita kulik kasus investasi Google dan korupsi laptop Chromebook?

Fokus penyidikan adalah apakah ada konflik kepentingan yang melibatkan investasi Google dan kebijakan pemerintah, terutama yang berkaitan dengan pengadaan Chromebook.

Dalam proyek digitalisasi yang melibatkan Google, Kejagung mengusut lebih jauh apakah keuntungan yang didapat dari investasi Google ke Gojek memengaruhi proses pengadaan perangkat di Kemendikbudristek. Google diketahui menanamkan modal sebesar USD1 miliar ke Gojek pada tahun 2019.

Setelah pendanaan ini, Nadiem Makarim, pendiri Gojek, diangkat sebagai Mendikbudristek dan memimpin program digitalisasi pendidikan, yang termasuk pengadaan Chromebook.

Pengaruh Kasus Investasi Google Terhadap Proses Pengadaan Chromebook

Kejagung telah melakukan penggeledahan di kantor GoTo dan menyita dokumen terkait investasi Google ke Gojek. Penelusuran difokuskan pada potensi pengaruh investasi ini terhadap pengadaan Chromebook yang menggunakan sistem operasi ChromeOS milik Google.

Kapuspenkum Kejagung, Harli Siregar, menjelaskan bahwa penyidik berusaha mengungkap apakah investasi Google memengaruhi kebijakan pengadaan yang melibatkan Google for Education dan integrasi cloud platform dengan Belajar.id.

Dalam kasus ini, Kejagung telah menetapkan empat tersangka, yaitu Jurist Tan, Ibrahim Arief, Sri Wahyuningsih, dan Mulyatsyah, yang diduga merekayasa proyek dan mengalihkan penggunaan Windows ke ChromeOS. Selain itu, Kejagung juga menelusuri kemungkinan keuntungan pribadi yang diperoleh oleh Nadiem Makarim, serta peran Andre Soelistyo dan Melissa Siska Juminto dari GoTo dalam proyek ini.

Kasus Investasi Google dalam proyek pengadaan Chromebook kini menjadi sorotan utama dalam penyidikan korupsi yang melibatkan pihak pemerintah dan sektor swasta. Penyidikan ini berfokus pada dugaan pengaruh investasi terhadap kebijakan pengadaan dan potensi konflik kepentingan yang terjadi.

Proyek digitalisasi pendidikan, yang seharusnya memberi manfaat untuk kemajuan pendidikan di Indonesia, kini tengah dipertanyakan akibat potensi penyalahgunaan kewenangan.

Demikian informasi seputar kasus investasi Google dalam kesinambungan korupsi laptop Chromebook. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di Wallpaper-Nature.Com.